Berita Trend Indonesia – Seperti yang kita tahu, saat ini pemerintah telah berupaya semaksimal mungkin untuk mengatasi permasalahan kerusakan lingkungan yang terjadi di sejumlah daerah Indonesia.
Sebagai informasi bahwa definisi dari kerusakan lingkungan sendiri ialah proses penurunan mutu dan deteriorasi lingkungan hidup yang ditandai dengan adanya penurunan kualitas sumber daya air, tanah, udara, kerusakan ekosistem alam, dan punahnya flora dan fauna.
Diketahui, kerusakan lingkungan sendiri dapat terjadi karena beberapa faktor, yakni seperti faktor alam dan faktor ulah manusia.
Meskipun terdapat beberapa faktor, tetapi faktor yang paling mempengaruhi kerusakan lingkungan di Indonesia adalah karena faktor ulah manusia.
Beberapa ulah manusia yang dapat menyebabkan kerusakan lingkungan ialah meliputi melakukan penebangan pohon secara massal tanpa adanya reboisasi, melakukan pencemaran lingkungan secara di sengaja, melakukan pembakaran hutan dan lahan, aktivitas pertambangan secara liar atau tidak mempunyai izin resmi dari pemerintah, dan membuang sampah sembarangan.
Untuk saat ini, kegiatan yang dapat dikontrol untuk menekan tingkat kerusakan lingkungan ialah dengan mengendalikan volume sampah di sejumlah daerah Indonesia.
Pengendalian volume sampah tersebut dapat dengan berbagai upaya, seperti melakukan pemilahan sampah dan menggelar program pengolahan sampah menjadi barang yang bermanfaat.
Diketahui, menjaga lingkungan bukan semata-mata tugas pemerintah saja, melainkan seluruh penduduk di Indonesia juga harus mempunyai rasa kepedulian yang tinggi terhadap lingkungan.
Baru-baru ini, PT Pertamina Patra Niaga telah resmi menggelar program Go Sari melalui Fuel Terminal Rewulu yang juga dikembangkan melalui Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) Guwosari, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Program yang digelar oleh Pertamina tersebut sangat memberikan dampak positif langsung terhadap sosial dan lingkungan, yakni lingkungan menjadi bersih dan asri, membuka pemahaman masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan, dan meningkatkan peluang ekonomi masyarakat dalam sektor lingkungan.
Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra mengatakan, bagi kami, keberlanjutan bukan hanya tentang menjaga lingkungan, tetapi bagaimana upaya tersebut bisa memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Di Guwosari, kita melihat bagaimana sampah yang sebelumnya dianggap sebagai persoalan dapat dikelola menjadi peluang, membuka ruang usaha, sekaligus membangun kesadaran masyarakat akan kepedulian terhadap lingkungan.
Mars Ega Legowo Putra menjelaskan, pihaknya berkomitmen untuk menjalankan program pemerintah dan PBB tentang Corporate Social Responsibility (CSR), dan Sustainable Development Goals (SDGs).
Pengertian CSR ialah tanggung jawab sosial dan lingkungan demi kebaikan masyarakat sekitar persuahaan. Sedangkan SDGs merupakan tujuan pembangunan berkelanjutan secara global dengan visi mencapai masa depan yang lebih adil, berkelanjutan, dan sejahtera.
Pusat Edukasi

VP Community, Involvement, & Development Pertamina Patra Niaga Dian Hapsari Firasati mengatakan, pada dasarnya program Go Sari bukan dirancang hanya untuk menjaga lingkungan saja, melainkan untuk membangun ekosistem secara berkelanjutan dengan berbagai aspek, seperti aspek lingkungan, masyarakat, dan ekonomi berkelanjutan.
Dian Hapsari Firasati menjelaskan, pihaknya ingin program CSR tidak berhenti pada pemberian fasilitas atau bantuan, tetapi berkembang menjadi ekosistem yang bisa berjalan bersama masyarakat. Go Sari menjadi salah satu contoh bagaimana pengelolaan lingkungan dapat membuka green jobs, meningkatkan kapasitas masyarakat, sekaligus menjadi tempat belajar bagi lebih banyak orang,
Dian Hapsari Firasati mengaku bahwa pada pelaksanaannya, program Go Sari juga berkolaborasi dengan berbagai pihak, salah satunya ialah dengan Rutan Kelas IIB Bantul, yakni telah terdapat 30 warga binaan yang dilibatkan dalam kegiatan pengrajin eco furniture, khususnya dengan menggunakan bahan baku yang diolah lagi agar ramah lingkungan.
Disisi lain, Dian Hapsari Firasati juga mengajak kepada seluruh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Swasta untuk turut bekerja sama dalam membangun Indonesia bersih dan berkelanjutan, yakni dengan menggelar program yang dapat berdampak positif terhadap sosial dan lingkungan, serta mampu mengimplementasi program CSR dan SDGs.
